Bupati Purbalingga Hadiri Peringatan Harganas Dan HAN 2022 Di Goa Lawa Purbalingga


Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi bersama Wakil Bupati H. Sudono, Ketua DPRD HR Bambang Irawan, unsur forkopimda dan pejabat jajaran pemkab Purbalingga mengikuti peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Anak Nasional di Obyek Wisata Alam Goa Lawa Purbalingga (Golaga) pada, Jumat (8/7/2022) .

Pada acara tersebut, dilakukan pengukuhan beberapa kelompok di antaranya forum anak Purbalingga, Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana, Tim Percepatan Penurunan Stunting. Tema besar penurunan stunting dalam peringatan Hari Keluarga Nasional menurut Bupati Purbalingga harus diikuti seluruh stakeholder untuk bekerja keras dalam penurunan angka prevalensi stunting di Kabupaten Purbalingga. Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan stunting kabupaten Purbalingga. Selain itu, juga diberikan bantuan dan penghargaan terkait penyelenggaraan Harganas dan HAN.

Harganas kali ini bertemakan Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting. Bupati mengajak kerjasama lintas sektoral agar angka stunting atau kasus kondisi gagal tumbuh anak bisa ditekan lagi.

"Permasalahan stunting tidak hanya masalah gizi, bisa juga karena lingkungan tidak sehat, RTLH,tidak punya jamban. Pernikahan dini juga berdampak peningkatan stunting, tanpa disadari anak yang hamil di usia yang belum siap bisa berisiko stunting," katanya.

Ia membeberkan angka Stunting di Purbalingga setiap tahun menurun, tahun 2017 angka stunting masih 28,7% sedangkan 2021 turun menjadi 15,7%. Stunting merupakan hal yang penting, karena menyangkut kualitas SDM ke depan, sebab saat bonus demografi nanti sangat dibutuhkan SDM unggul. Pemerintah pusat menargetkan angka stunting nasional bisa turun menjadi 14% "

Untuk mencapai 14% kita (Purbalingga) hanya butuh effort untuk bisa menurunkan 1,7%. Mudah-mudahan dengan kita bergandengan dengan seluruh stakeholder target 14% di tahun 2024 ini bisa berhasil," katanya.

Terkait stunting, Purbalingga juga menjadi pilot project penelitian dalam upaya pencegahan stunting nasional. Salah satu eksperimen dilakukan di Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari dimana anak-anak stunting disupport susu dan telur setiap hari dan dengan pendampingan akhirnya bisa lepas dari kriteria stunting.

"Artinya kalau sudah bisa berhasil seperti ini, program ini harus bisa direplikasi oleh seluruh Puskesmas se-Purbalingga, bapak ibu rekan-rekan kepala Puskesmas siap apa tidak? kalau tidak siap besok langsung saya copot soalnya," katanya.